Gunung Salak - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas Misteri Gunung Salak

Hohoho, bertemu kembali, artikel ini hendak membawa diskusi tentang asrar ancala salak Gunung Salak - Wikipedia budi Indonesia, ensiklopedia bebas simak selengkapnya 

Gunung Salak (dahulu disebut Gunung Sapto Argo[1]) (Aksara Sunda Baku: ᮌᮥᮔᮥᮀ ᮞᮜᮊ᮪ ) melahirkan berbelit-belit gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta, di Pulau Jawa. Kawasan hubungan gunung ini terbabit ke di area Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan alun-alun hutannya semula berada di kaki (gunung) Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, lamun mulai 2003 menjadi area perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, dengan dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Gunung Salak berusia relatif tua sehingga memegang kaum puncak. Geoposisi kulminasi perfek gunung ini ialah 6°43' LS dengan 106°44' BT dengan dinamakan Puncak Salak I dengan ketinggian kulminasi 2.211 m dari permukaan laut (dpl.).

Banyak yang beranggapan asal nama "Salak" adalah dari tanaman salak, bakal tetapi sesungguhnya berawal dari kata bahasa Sanskerta, salaka yang berguna "perak".

Vulkanologi dengan geologi[sunting | sunting sumber]

Gunung Salak dari arah timur.

Gunung Salak melambangkan ardi bara strato tipe A. Puncak perfek (Puncak Salak I) berdasarkan Hartmann (1938) merupakan kulminasi berusia tertua. Puncak Salak II berketinggian 2.180 m dpl. dianggap yang tertua kedua. Selanjutnya ada Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Terdapat sejumlah gua aktif yang tak berada di puncak. Kawah terbesar, Kawah Ratu, melahirkan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup melahirkan belahan dari komposisi Kawah Ratu.

Semenjak tahun 1600-an teragendakan terjadi kaum kali letusan, di antaranya rangkaian letusan celah 1668-1699, 1780, 1902-1903, dengan 1935. Letusan belakang terjadi atas warsa 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri. Menurut catatan PVMBG, erupsi terbanyak pernah berjalan atas warsa 1699, yang bersifat erupsi magmatis dan bersifat merusak, notasi korban tidak diketahui.

Secara morfologi, Gunung Salak memiliki banyak lurah curam dan dalam. Karena seluruh badan gunung sampai kulminasi bersimbur jenggala lebat, kontur ancala ini tak mudah terlihat. Hal ini ada kalanya kali menipu pendaki maupun penerbang yang melalui kawasan gunung-gunung ini.

Pendakian[sunting | sunting sumber]

Gunung Salak, meskipun terbilang sebagai ancala yang rendah, bakal melainkan ada tingkat kesulitan memadai tinggi, ayu akibat idiosinkrasi vegetasi maupun medannya.

Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur. Puncak yang paling sering didaki ialah Puncak Salak II dengan Salak I.

Jalur yang paling ramai ialah dengan Curugnangka, dari sisi utara gunung. Melalui kolom ini, anak Adam bakal sampai atas Puncak Salak II.

Puncak Salak I biasanya didaki dari cita-cita timur, yakni Cimelati, akrab Cicurug, Sukabumi. Puncak Salak I bisa jua dicapai dari Puncak Salak II, dengan banyak kesulitan, dari Sukamantri, Ciapus. Di Puncak Salak I diperoleh petilasan (berwujud kuburan) yang disebut-sebut sebagai petilasan "Embah Salak".

Jalur lain ialah "jalan belakang" lewat Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu, akrab Gunung Bunder.

Gunung Salak eminen sebagai arena tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, lebih-lebih banget daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan ajang hutannya yang damping dan juga renggang pendaki yang mendatangi ardi ini. Juga memiliki pias yang cukup berat bagi para pendaki pemula dikarenakan kolom yang dilewati jarang ditemukan cadangan cairan kecuali di Pos I jalur penaikan Kawah Ratu. Namun, di kulminasi Salak I terdapat kubangan cairan hujan.

Cimelati Di kolom ini masuk dari babakan Cibuntu, Jika melampaui track ini saya kan bertemu sebentuk Vila besar sebelum mencapai pos/shelter 1 dengan di sini lagi ada jumlah cecair terjun, Di jalur ini banyak air yang cukup, dengan tempat terakhir kita mengambil air sekitar 5 Meter rendah lebih dari pos/shelter 3 karna ada saluran air eigendom warga setempat yang di ucap juga dengan Pos/shelter Air, Setelah pos/shelter ini saya tidak bisa menciptakan cairan bahwa bawalah cadangan air sehabis saya melalui pos/shelter ini. jika anda melalui ini hendak melewati 7 pos/shelter yang mana hendak tertanda/di alokasikan nama di saban pos/shelter. dan balai madat yang ke 7 ialah klimaks salak I.

Tutupan hutan[sunting | sunting sumber]

Hutan di kaki Gunung Salak

Hutan-hutan di Gunung Salak terdiri dari hutan gunung-gemunung bawah (submontane forest) dan hutan gunung-gunung atas (montane forest).

Bagian kolong alun-alun hutan, semula melahirkan hutan produksi yang ditanami Perum Perhutani. Beberapa jenis pohon yang ditanam di aku adalah tusam (Pinus merkusii) dengan rasamala (Altingia excelsa). Kemudian, sebagaimana biasanya jenggala pegunungan kolong di Jawa, ada kembali jenis-jenis tanaman puspa (Schima wallichii), saninten (Castanopsis sp.), pasang (Lithocarpus sp.) dengan banyak macam huru (suku Lauraceae).

Di hutan ini, atas beberapa lokasi, lebih-lebih di cita-cita Cidahu, Sukabumi, kedapatan pula model tumbuhan langka yang bernama Rafflesia rochussenii yang menyebar ala kadarnya sampai Gunung Gede dengan Gunung Pangrango di dekatnya.

Pada daerah-daerah perbatasan dengan hutan, atau di dekat-dekat sungai, orang menanam jenis-jenis kaliandra merah (Calliandra calothyrsus), dadap cangkring (Erythrina variegata), kayu afrika (Maesopsis eminii), jeunjing (Paraserianthes falcataria) dengan berbagai ala bambu.

Margasatwa[sunting | sunting sumber]

Elang-Ular Bido di Penangkaran Elang Loji, Cigombong yang siap di ceker Gunung Salak.

Aneka margasatwa ditemukan di lereng Gunung Salak, dari dari kodok dengan katak, reptil, burung hingga mamalia.

Hasil penelitian D.M. Nasir (2003) dari Jurusan KSH Fakultas Kehutanan IPB, memperoleh 11 macam bancet dan belentung di lingkungan S. Ciapus Leutik, Desa Tamansari, Kab. Bogor. Jenis-jenis itu merupakan Bufo asper, B. melanostictus, Leptobrachium hasseltii, Fejervarya limnocharis, Huia masonii, Limnonectes kuhlii, L. macrodon, L. microdiscus, Rana chalconota, R. erythraea dan R. hosii. Hasil ini belum mencakup jenis-jenis belentung pohon, dengan jenis-jenis bancet gunung-gunung lainnya yang sedang mungkin dijumpai. Di Cidahu juga tercatat adanya macam bangkong bertanduk (Megophrys montana) dengan katak terbang (Rhacophorus reinwardtii).

Berbagai macam reptil, terutama kadal dan ular, ada di ancala ini. Beberapa contohnya ialah bunglon Bronchocela jubata dengan B. cristatella, kadal kebun Mabuya multifasciata dan biawak sungai Varanus salvator. Jenis-jenis dumung di Gunung Salak belum berlimpah diketahui, tetapi beberapa di antaranya teragendakan dari dari ular tangkai (Calamaria sp.) yang kecil pemalu, ular siput (Pareas carinatus) hingga ular piton kembang (Python reticulatus) sepanjang kaum meter.

Gunung Salak menduga dikenal durasi sebelumnya sebagai daerah yang berada burung, begitu juga dicatat akibat Vorderman (1885). Hoogerwerf (1948) memperoleh tidak minim dari 232 model burung di ancala ini (total Jawa: 494 jenis, 368 model penetap). Beberapa macam yang cukup penting dari ancala ini ialah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dengan jumlah macam elang lain, ayam-hutan merah (Gallus gallus), Cuculus micropterus, Phaenicophaeus javanicus dengan P. curvirostris, Sasia abnormis, Dicrurus remifer, Cissa thalassina, Crypsirina temia, burung kuda Garrulax rufifrons, Hypothymis azurea, Aethopyga eximia dengan A. mystacalis, beserta Lophozosterops javanica.

Sebagaimana halnya reptil dan kodok, goresan melanda hewan menyusui Gunung Salak pun tidak terlampau banyak. Akan tetapi di ardi ini jelas terdapat kaum jenis berarti seperti macan tutul (Panthera pardus), owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata) dan trenggiling (Manis javanica).

Gunung Salak dan bahala penerbangan[sunting | sunting sumber]

Kawasan pegunungan ini termasuk alun-alun yang harus dihindari oleh karet penerbang, apik alat kecil maupun besar. Kondisi geologi dengan topografi yang penuh jurang bawah tanah vegetasi, disertai dengan cuaca (terutama turunnya kabut) yang sangat cepat berubah, sangat membahayakan penerbangan.

Oleh kalangan perjalanan gunung ini tergolong "gunung maut" karena notasi bala penerbangan yang panjang. Kecelakaan belakang dan terbanyak adalah menabraknya kapal terbang pembonceng sipil Sukhoi Superjet 100 pada tebing gunung pada warsa 2012.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Sekian pembahasan melanggar Gunung Salak - Wikipedia bahasa Indonesia, kamus independen moga-moga berita ini bermanfaat terima kasih

tulisan ini diposting pada tag misteri gunung salak, misteri ancala gonggongan (anjing) 1987, misteri ancala salak kaskus, , tanggal 19-06-2019, di kutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Salak

Comments

Popular posts from this blog

Buah Huni - Direktorat Eksekutif ITB Kampus Jatinangor Rujak Buah Huni

Perbedaan Semut Merah Dan Semut Hitam Semut Merah

Ngilu-ngilu Segar, Rujak Buni Di Bogor Ini Bikin Ngiler : Okezone Lifestyle Rujak Buah Huni