Teknologi Pengeringan Gabah Penjemuran Padi

Teknologi Pengeringan Gabah

Allow, aman pagi, karangan ini akan membawakan mengenai penjemuran antah Teknologi Pengeringan Gabah menyimak memerhatikan selengkapnya 

Berbicara tentang perberasan tentu kita akan teringat bagaimana aturan meningkatkan produksi biji-bijian buat mencukupi kebutuhan pangan. Ada berjibun faktor di meningkatkan produksi beras. Salah satu anasir yang mendukung kegaiatan perberasan merupakan penggarapan pasca pengetaman terhadap butir padi yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan produksi.

Pengeringan merupakan penggarapan pasca panen yang banyak penting dan kritis. Karenanya kudu ditangani menurut baik dengan benar. Secara umum siap 2 kaidah pengeringan yaitu menurut tradisional dengan jalan penjemuran dengan secara modern  dengan  menggunakan mesin pengering.

  • Gabah dibongkar/muat dari alat angkut dan di timbang
  • Tujuan pengeringan ialah menurunkan kadar air gabah cukup 13-14% untuk penyimpanan jangka panjang  dengan 14% buat pengeringan.

Pengeringan

  • Pengeringan dengan manual dilakukan dengan   Penjemuran , kelebatan tumpukkan 3-6 cm dan dilakukan  pada siang yaum yang cerah mulai pukul 10.00-15.00 buat pembalikan setiap 2 jam agar butir padi biasa merata cukup dihasilkan kadar cecair 14%.
  • Saat cuaca dalam keadaan tidak menentu (buruk) hamparkan butir padi dengan kelebatan 10 cm pada ruangan dan dilakukan pembalikan setiap hari.
  • Jika cuaca pernah cerah kembali lakukan segera penjemuran.
  • Lakukan penjemuran diatas lantai jemur yang terbuat dari semen.
  • Jika menggunakan alas penjemuran (Plastik, terpal,tikar) pastikan butala dibawahnya tidak basah sehingga tak terjadi kelembaban dibawahnya.
  • Lakukan pengadukan ala rutin agar gabah kering menjalar dan tak terjadi pembasahan atas tempat-tempat tertentu.
  • Penjemuran pada butir padi kalau memungkinkan tidak boleh ditunda diusahakan dalam 2 hari gabah dalam ihwal kering dan dapat diperoleh biji-bijian pada keadaan mutu yang baik.

Tindakan Perbaikan Saat Pengeringan :

  • Pisahkan antah buat konsumsi dengan buat benih karena aturan pengeringanya berbeda.
  • Hindari penjemuran antah ala suhu yang terlalu bahang jarak jam 11.00-13.00 dengan kaidah ditutup sementara atau dibuat tumpukan lebih tebal (6-10.cm)
  • Tutup hamparan butir padi era hujan dan segera lanjutkan penjemuran atas era keadaan udara panas.
  • Jauhkan dari hewan ternak bagai unggas dan hewan liar.
  • Proses selanjutnya di pengerjaan perberasan  merupakan Tahap penyimpanan :
  • Tujuan Penyimpanan ialah menjaga dengan mempertahankan derajat biji-bijian untuk benih maupun buat konsumsi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada pengeringan butir padi :

  1. Lokasi tidak boleh lebih rendah dan tanahnya padat agar tidak sedia kubangan air.
  2. Aman dari tikus dan saluran udaranya ayu dengan memegang saluran drainase yang baik.
  3. Tidak langsung kontak dengan matahari
  4. Pada detik penumpukan pada karung tinggi tumpukan karung goni maksimal 4 meter dan karung palstik 3 meter, tumpukan memakai pelindung terpal anti air dari atap tumpukan , jangka horisontal antara tumpukan merupakan 1 meter dan jangka horisontal antar tumpukan dengan atap adalah 1,5 meter, menggunakan akar pallet atau kayu, tak sedia tumpukan yang menempel pada dinding.
  5. Pemeriksaan menurut berirama
  • Dilakukan jika biji-bijian terserang jamur, kutu, dengan tikus.
  • Apabila terserang jamur  langkah yang dilakukan adalah :

Mengeringkan kembali gabah, dipisahkan sesuai tingkatan pertumbuhan jamur, dilakukan fumigasi dengan methylbromida.

  • Apabila terserang tungau alkisah dilakukan eksplorasi apakah  siap bubuk dengan kotoran tuma pada karung.kemudiaan dilakukan fumigasi dengan menggunakan insektisida yang sesuai.
  • Apabila terserang tikus langkah yang dilakukan merupakan siap atribut suara mencicit dalam gudang ,ada kotoran tikus disekitar karung,  ada lubang galian baru disekitar lantai, dan ada kemasan yang digerogoti.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menutup lubang dengan kawat kasa, memakai perekat dan perangkap tikus ambang dengan lubang ventilasi, merapikan dan membersihkan ruangan menurut teratur. (Sumber : Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan–Kementerian Pertanian)

oke pembahasan perihal Teknologi Pengeringan Gabah semoga esai ini menambah wawasan terima kasih

Artikel ini diposting pada tag penjemuran padi, penjemuran dan pengawetan padi, tempat penjemuran padi, , tanggal 17-06-2019, di kutip dari http://ntb.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=491:teknologi-pengeringan-gabah&catid=49:info-teknologi&Itemid=81

Comments

Popular posts from this blog

Buah Huni - Direktorat Eksekutif ITB Kampus Jatinangor Rujak Buah Huni

Perbedaan Semut Merah Dan Semut Hitam Semut Merah

Ngilu-ngilu Segar, Rujak Buni Di Bogor Ini Bikin Ngiler : Okezone Lifestyle Rujak Buah Huni